Minggu, 16 April 2017

Tugas Mandiri RPL

Referensi RPL
1.    Waterfall
Kelebihan Model Waterfall
1.    Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2.    Cocok untuk system software berskala besar.
3.    Cocok untuk system software yang bersifat generic.
4.    Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan Model Waterfall
1.    Perubahan sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.
2.    Karena sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkap sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang sekali konsumen/pengguna yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap, perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.
3.    Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.
4.    Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
5.    Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
6.    Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan.


Pengertian Waterfall


Waterfall atau sering juga disebut air terjun adalah sebuah metode dalam pengembangan sistem yang dilakukan untuk membuat pembaruan sistem yang berjalan.

Menurut Buku Rosa Metode pengembangan sistem merupakan proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan metode-metode atau model-model yang digunakan orang untuk mengembangkan sitem-sistem perangkat lunak sebelumnya dengan memiliki alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
http://kuliahtoni.blogspot.co.id/2015/04/penjelasan-metode-waterfall-dalam.html

2.    Prototyping

PENGERTIAN PROTOTYPING


Prototyping Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang, maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.
http://adrianade.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-prototyping.html

3.    Spiral
Model Spiral Boehm dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Model proses waterfall yang berorientasi dokumen telah diambil sebagai standart umum oleh banyak agen pemerintah dan pembuat perangkat lunak. Jadi tidak mudah melupakan model tersebut walaupun masih terdapat masalah-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut.
Kita membutuhkan sebuah proses yang lebih baik untuk manajemen yang dapat menggunakan semua model umum sepeti yang telah kita bicarakan sebelumnya.  Model perbaikan tersebut juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuat perangkat lunak.
Pendekatan alternatif diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara explisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar model proses umum.
Model yang diusulkan Boehm berbentuk spiral dan merupakan kombinasi dari Prototyping Model dengan Waterfall Model.  Setiap tahapan model ini selalu dilakukan Risk Analisys dan verifikasi atau testing.
Setiap loop dalam  model ini mewakili sebuah tahap dari proses perangkat lunak.  Tidak ada tahap yang tetap dalam model ini.  Manajemen harus memutuskan bagaimana membentuk proyek ke dalam tahap-tahap.  Perusahaan biasanya bekerja dengan beberapa model umum dengan tahap tambahan untuk proyek khusus atau ketika masalah-masalah ditemukan selama pembuatan proyek.

4.    RAD

Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem di mana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya disingkirkan.Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi sistem final.

Kelemahan & Kelebihan RAD

Beberapa hal (kelebihan dan kekurangan) yang perlu diperhatikan dalam implementasi pengembangan menggunakan model RAD :
1.    Model RAD memerlukan sumber daya yang cukup besar, terutama untuk proyek dengan skala besar.
2.    Model ini cocok untuk proyek dengan skala besar.
3.    Model RAD memerlukan komitmen yang kuat antara pengembang dan pemesssan, bahkan keduanya bisa tergabung dalam 1 tim
4.    kinerja dari perangkat lunak yang dihasilkan dapat menjadi masalah manakala kebutuhan-kebutuhan diawal proses tidak dapat dimodulkan, sehingga pendekatan dengan model ini kurang bagus.
5.    sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
6.    penghalusan dan penggabungan dari beberapa tim di akhir proses sangat diperlukan dan ini memerlukan kerja keras.
7.    proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi
8.    risiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.


5.    Rational Unified Process

RUP (Rational Unified Process
Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-case driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak. Gambar dibawah menunjukkan secara keseluruhan arsitektur yang dimiliki RUP.
RUP, singkatan dari Rational Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.

6.    Extreme Programming
PENGERTIAN EXTREME PROGRAMMING
Extreme Programming (berikutnya akan disingkat sebagai XP) adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel. XP bukan hanya berfokus pada coding tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak. XP mengambil pendekatan ‘ekstrim’ dalam iterative development.



Tidak ada komentar: