Referensi
RPL
1. Waterfall
Kelebihan
Model Waterfall
1.
Merupakan
model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
2.
Cocok
untuk system software berskala besar.
3.
Cocok
untuk system software yang bersifat generic.
4.
Pengerjaan
project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan
Model Waterfall
1.
Perubahan
sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.
2.
Karena
sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkap
sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang
sekali konsumen/pengguna yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap,
perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.
3.
Waterfall
pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek
dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian
sub-proyek.
4.
Persyaratan
system harus digambarkan dengan jelas.
5.
Rincian
proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
6.
Sulit
untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan
pengembangan.
Pengertian Waterfall
Waterfall atau sering juga disebut air terjun adalah sebuah metode dalam
pengembangan sistem yang dilakukan untuk membuat pembaruan sistem yang
berjalan.
Menurut Buku Rosa Metode pengembangan sistem
merupakan proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak
dengan menggunakan metode-metode atau model-model yang digunakan orang untuk
mengembangkan sitem-sistem perangkat lunak sebelumnya dengan memiliki alur
hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis,
desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
http://kuliahtoni.blogspot.co.id/2015/04/penjelasan-metode-waterfall-dalam.html
2. Prototyping
PENGERTIAN
PROTOTYPING
Prototyping Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi
selama proses pembuatan sistem.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang, maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak
mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan
sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal
waktu
penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan
mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju
bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan
sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas
dan
implementasi yang sudah ditentukan.
http://adrianade.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-prototyping.html
3. Spiral
Model
Spiral Boehm dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Model proses waterfall yang berorientasi dokumen telah
diambil sebagai standart umum oleh banyak agen pemerintah dan pembuat perangkat
lunak. Jadi tidak mudah melupakan model tersebut walaupun masih terdapat
masalah-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut.
Kita membutuhkan sebuah
proses yang lebih baik untuk manajemen yang dapat menggunakan semua model umum
sepeti yang telah kita bicarakan sebelumnya. Model perbaikan tersebut
juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuat perangkat lunak.
Pendekatan alternatif
diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara
explisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar model
proses umum.
Model yang diusulkan
Boehm berbentuk spiral dan merupakan kombinasi dari Prototyping Model dengan
Waterfall Model. Setiap tahapan model ini selalu dilakukan Risk Analisys
dan verifikasi atau testing.
Setiap loop dalam
model ini mewakili sebuah tahap dari proses perangkat lunak. Tidak ada
tahap yang tetap dalam model ini. Manajemen harus memutuskan bagaimana
membentuk proyek ke dalam tahap-tahap. Perusahaan biasanya bekerja dengan
beberapa model umum dengan tahap tambahan untuk proyek khusus atau ketika
masalah-masalah ditemukan selama pembuatan proyek.
4. RAD
Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental
(bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan
cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid
application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam
mengembangkan sistem di mana working model (model bekerja) sistem
dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan
(requirement) user dan selanjutnya disingkirkan.Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan
implementasi sistem final.
Kelemahan & Kelebihan RAD
Beberapa hal (kelebihan dan
kekurangan) yang perlu diperhatikan dalam implementasi pengembangan menggunakan
model RAD :
1.
Model RAD memerlukan sumber daya yang
cukup besar, terutama untuk proyek dengan skala besar.
2.
Model ini cocok untuk proyek dengan
skala besar.
3.
Model RAD memerlukan komitmen yang
kuat antara pengembang dan pemesssan, bahkan keduanya bisa tergabung dalam 1
tim
4.
kinerja dari perangkat lunak yang
dihasilkan dapat menjadi masalah manakala kebutuhan-kebutuhan diawal proses
tidak dapat dimodulkan, sehingga pendekatan dengan model ini kurang bagus.
5.
sistem yang tidak bisa dimodularisasi
tidak cocok untuk model ini.
6.
penghalusan dan penggabungan dari
beberapa tim di akhir proses sangat diperlukan dan ini memerlukan kerja keras.
7.
proyek bisa gagal karena waktu yang
disepakati tidak dipenuhi
8.
risiko teknis yang tinggi juga kurang
cocok untuk model ini.
5. Rational
Unified Process
RUP (Rational Unified Process
Rational Unified Process (RUP)
merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan
mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri
pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-case
driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak.
Gambar dibawah menunjukkan secara keseluruhan arsitektur yang dimiliki RUP.
RUP, singkatan
dari Rational Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan
perangkat lunak iteratif yang
dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan
suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan
oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan
memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.
6. Extreme Programming
PENGERTIAN
EXTREME PROGRAMMING
Extreme Programming (berikutnya akan
disingkat sebagai XP) adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat
lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan
tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel. XP bukan hanya berfokus
pada coding tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak. XP
mengambil pendekatan ‘ekstrim’ dalam iterative development.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar